MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN TARGET KONSUMEN

Salah satu cara ampuh untuk menjaga loyalitas dan ketertarikan target konsumen adalah bagaimana membangun komunikasi dengan target konsumen. Ketika kamu sudah bisa menciptakan komunikasi yang bisa membuat konumen nyaman, maka bersiaplah mendapatkan konsumen yang banyak dan loyal!

Membangun komunikasi ampuh dan efektif dengan konsumen bisa melalui beberapa cara di bawah ini:

Kesan pertama

Bangun kesan pertama yang bagus! Tidak ada yang bisa menggantikan kesan pertama. Apabila kesan pertama dalam berkomunikasi dengan konsumen jelek, maka kamu akan sulit membangun komunikasi lebih lanjut.

Gunakan bahasa yang sopan, lugas, dan tidak bertele-tele. Usahakan jawab semua pertanyaan dan respon keluhan konsumen dengan baik. Apabila kamu tidak tahu jawaban dari pertanyaan konsumen, jangan coba-coba untuk menjawabnya, ya! Lebih baik jujur kalau kamu belum tahu mengenai hal yang ditanyakan.

Tentunya kamu harus segera mencari jawaban yang tepat dari pertanyaan yang belum bisa kamu jawab. Coba tanyakan kepada yang lebih mengerti dan mumpuni.

Singkat dan jelas

Jangan terlalu banyak bertele-tele saat berkomunikasi dengan konsumen. Harus to the point pada topik pembahasan. Terutama apabila konsumen sedang mengajukan complain, kamu tidak boleh bertele-tele apalagi berputar-putar pembicaraanya.

Misalnya, konsumenmu sedang menanyakan perihal keterlambatan, maka sebaiknya kamu langsung tanyakan nomor pemesanan dan nomor resi. Kamu langsung lakukan pengecekan ke pihak agen pengiriman.

Jaga emosi

Jangan biarkan emosimu ikut bermain ketika kamu berkomunikasi dengan konsumen. Ketika kamu bertemu dengan konsumen yang sedang dalam kondisi marah dan menyebalkan, jangan berbalik marah!

Tetaplah tenang dan respon sepositif mungkin. Ketika kamu menjawab dengan cara yang jutek dan ikut emosi, maka kosnumen akan semakin sebal serta solusi tentu tidak akan kamu dapatkan.

Jawab dengan cara yang ramah seperti, “Baik Ibu/Bapak, akan segera saya periksa dan diinformasikan secepat yang kami bisa”, “Mohon maaf Bapak/Ibu atas masalahnya, saya usahakan selesai secepat mungkin,” dan lain-lain.

Konsumen lebih suka dengan consumer service yang ramah dan menyenangkan! Biarkan emosimu selalu positif agar konsumen bisa lebih tenang ketika ia mendapat masalah. Saat kamu ikut panik atau marah, maka konsumen akan semakin merasa cemas atas pesanannya.

Ketika kamu sudah bisa melakukan tiga hal di atas, maka komunikasimu dengan konsumen dijamin berjalan baik! Kamu pasti akan mendapat konsumen yang loyal dan suka dengan pelayananmu. Selamat mencoba!